Memperpanjang Paspor ‘tanpa’ KTP

303

(Image source http://traveloista.com)

Semua yang membaca judul posting-an ini pasti akan bertanya-tanya, “Kok, bisa memperpanjang paspor tanpa KTP?”

Jadi begini ceritanya…..

Saya berniat ingin memperpanjang paspor yang sudah tidak aktif dari 1 tahun lalu karena akan digunakan dalam waktu dekat ini. Masalahnya, saya sudah pindah alamat rumah dan KTP dengan alamat yang baru itu sudah 6 bulan belum jadi juga sementara Kartu Keluarga sudah dengan alamat yang baru. Phewww…. 

Daripada saya nggak bisa berangkat melancong dan tiket saya hangus, mau nggak mau saya harus mencari cara biar paspor saya itu tetap bisa diperpanjang. Alhamdulillah pihak-pihak yang saya hubungi memberikan respon dan solusi, bravo!

Awalnya saya mengirimkan e-mail ke Humas Dirjen Imigrasi (humas@imigrasi.go.id) menceritakan kondisi saya dan menanyakan apakah bisa memperpanjang paspor dengan menggunakan surat keterangan dari Kecamatan sebagai pengganti KTP, soalnya surat keterangan itu pernah ditolak waktu saya mau membuka rekening baru di sebuah bank. Padahal kan di surat itu tertulis bahwa surat tersebut dapat digunakan sebagai pengganti KTP sementara KTP belum jadi. Huh ! Beberapa hari kemudian pihak humas imigrasi membalas e-mail saya dan menyuruh untuk menanyakan langsung ke Kanim terdekat, dalam kasus saya adalah Kanim Bandung.

Meluncurlah saya ke web Kanim Bandung untuk berburu kontak yang bisa dihubungi kemudian mengirimkan e-mail yang sama dengan e-mail untuk Humas Imigrasi. Hari demi hari berlalu dan triiing… munculah secercah harapan di kotak masuk e-mail saya. Mereka membalas e-mail saya. Katanya, saya tidak bisa menggunakan surat keterangan dan harus melampirkan bukti rekam e-ktp sebagai pengganti KTP. Okelah…

Dengan sedikit kebingungan tentang bagaimanakah bentuk si bukti rekam e-KTP itu, saya minta tolong Bapak saya untuk memintakannya di Dukcapil kawasan rumah saya (Kabupaten Bogor). Ealaah dalaaaah, ternyata loh bentuknya sama aja kayak surat keterangan dari Kecamatan itu. Pfttt (-_-)!

Akhirnya kemarin saya walk-in ke Kanim Bandung. Sebelumnya saya konfirmasi ke meja pengaduan mengenai persoalan saya itu. Ternyata Bapak yang ada di meja pengaduan adalah Bapak yang merespon e-mail saya dan beliau langsung ingat soal e-mail itu. Proses selanjutnya sih normal aja seperti mengurus paspor baru/perpanjangan pada umumnya. Yang bikin saya kagum adalah pelayanan Kanim Bandung yang jempolan banget. Per 14 Juni 2016 kemarin mereka sudah memberlakukan early morning services yang dimulai dari jam 6 pagi. Makanya waktu saya jam 7 pagi kesana sudah ramai dan banyak petugas yang siap di posisi masing-masing, walaupun proses pemeriksaan dokumen dll tetap mulai jam 07.30. Antrian bagi yang mendaftar online dan walk-in pun dibedakan tapi untuk kecepatan prosesnya si waktu itu rasanya sama saja ya. Walaupun saya dapat antrian nomer 40, jam 09.30 saya sudah selesai wawancara dan pengambilan data. Udah nggak ada tuh calo-calo berkeliaran, menyerobot antrian, dan ruangan yang crowded. Semuanya rapih dan teratur dan bisa diselesaikan dalam satu hari (one day service). Maklum waktu buat paspor 6 tahun yang lalu di Malang, saya harus bolak-balik dan ngantri lama banget karena diserobot calo, jam 9 pagi datang jam 4 sore baru selesai.

Semoga di semua pelayanan publik akan seperti itu. Menyediakan informasi yang lengkap di web beserta dengan kontak yang dapat dihubungi, merespon terhadap pertanyaan dan keluhan masyarakat serta memudahkan pelayanan. Nggak akan ada lagi deh tuh slogan, “kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah”.

Semoga, ya 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s