IELTS – Self Preparation

luyen-thi-ielts-cap-toc-uy-tin-va-chat-luong-tu-ue3

Yes I’m talking about that famous aiy-el-ti-es, the International English Language Testing System. Buat para scholarship hunter atau orang yang berniat bekerja/migrasi ke negara berbahasa inggris pasti familiar dengan tes ini. Untuk info lebih lengkapnya bisa baca artikel ini atau googling langsung.

Berhubung baru saja saya mendapatkan hasil tes IELTS perdana saya dengan skor yang yaaa..Alhamdulillah pas lah buat daftar ke kampus tujuan, saya ingin bercerita tentang bagaimana saya belajar untuk tes IELTS ini tanpa ikut preparation class. Bukan buat sombong, tapi buat menyemangati yang mau belajar sendiri juga.

Alasan saya belajar sendiri adalah karena 1) waktu daftar di preparation class terdekat dari tempat kerja, kuotanya nggak penuh-penuh :)). 2) MAHAL! Kebanyakan lebih mahal daripada tes IELTSnya itu sendiri. Sebenernya sih nggak ada salahnya keluar uang lebih buat sesuatu yang worth to pay seperti ini tapi saya ada alasan lain lagi, yaitu 3) Jadwal kerja keluar kota yang unpredictable. So, dengan sedikit rasa cemas saya akhirnya memutuskan untuk belajar sendiri dengan rencana waktu 3 bulan (walaupun akhirnya baru 2 bulan langsung nekat daftar tes)

Oh iya, sebelumnya saya sudah melakukan prediction test (tanpa speaking) untuk mengetahui kemampuan saya saat itu. Setelah itu, saya membuat jadwal/strategi untuk belajar secara otodidak. Berbekal dari baca-baca blog orang yang juga belajar otodidak, saya akhirnya menerapkan cara berikut:

  1. Membuat jadwal belajar. Saya menjadwalkan jam 00.00-04.30 untuk belajar dan ngerjain paket soal di buku IELTS Cambridge. Kalo nggak salah sampai saat ini buku IELTS Cambridge udah sampe seri 12, dan masing-masing seri ada 4 paket soal. Saya menargetkan mengerjakan soal-soal 1 buku Cambridge dalam 1 minggu. Saya mulai dari Cambridge 11, 10, dan seterusnya sampai terakhir ngerjain yang seri 5. Tapi, nggak setiap hari saya bisa mematuhi jadwal ini, kadang kalo lagi capek banget saya baru bisa bangun jam 03.00.
  2. Mengerjakan soal-soal di lembar jawaban yang mirip dengan aslinya dan sesuai waktu yang ditetapkan (30′ Listening, 60′ Reading, 60′ Writing). Lembar jawaban IELTS bisa di-download disini.
  3. Setelah mengoreksi jawaban menggunakan kunci jawaban yang disediakan, saya me-review jawaban yang salah, kenapa bisa salah, dan gimana biar lain waktu nggak salah lagi. Selain itu juga saya mencari arti dari vocabulary yang baru saya temui di bagian Reading.

Listening

Untuk listening, waktu latihan saya menggunakan headset. Cukup pe-de karena semakin sering ngerjain soal semakin bagus nilainya. Tapiiiii, ternyata ini salah strategi banget karena pada situasi tes yang real, fasilitas yang digunakan adalah speaker dan pada beberapa part saya ngerasa lost karena suaranya nggak begitu jelas. Huhuhuuu. Waktu ngerjain hopeless banget deh, mana dapet banyak soal bentuk multiple choice pulak! (Serius saya lebih suka soal fill the blank daripada multiple choice). So, saran saya, selama latihan listening, pakailah speaker dan cobalah di waktu yang cukup ramai biar kupingnya nggak manja :)) Selain itu coba kerjain semua model soal listening dan jangan lupa untuk perhatikan cara penulisan.

Reading

Reading terdiri dari 3 bacaan dan tingkat kesulitannya meningkat secara gradual. Bagian ini adalah bagian yang paling saya andalkan, walaupun pada akhirnya nilai saya dibawah apa yang saya bayangkan tapi skor dibagian ini bisa membantu skor overall kita loh. Kunci dibagian ini adalah manajemen waktu. Latihannya adalah dengan sering mengerjakan soal, mencari pola mana yang paling nyaman buat kita, dan berdoa biar dapet topik artikel yang kita mengerti :D. Kalo saya biasanya membaca sepintas soalnya dulu baru baca paragrafnya. Untuk model soal Yes/No/Not Given, awalnya saya agak kesulitas, tapi setelah belajar dari video-video youtube dan seringnya latihan kerjain soal lama-lama lumayan ngerti juga.

Writing

Untuk Writing, saya menggunakan pola yang diajarkan simon di website nya (http://ielts-simon.com/). Pola 1-2-3-3 untuk Writing Task 1 dan pola 2-5-5-2 untuk Writing Task 2. Saya juga belajar bagaimana menulis Introduction, Overview (untuk Task 1), Body Paragraph 1 & 2, serta Conclusion (untuk Task 2) dari website Simon. Kiky Edward (Yes, you can check her blog for self preparation tips. Really helpful!!) juga pernah merangkum soal writing task 2 di blognya disini. Selain itu, saya juga nge-print berbagai model soal dan jawaban writing Task 1 dan 2 sebagai contoh dan membuat pola yang sama setiap saya ngerjain soal writing. Seriussss, websitenya Simon sangat membantu sekali!

Tips dari saya, coba sering-sering latihan writing paling enggak 1 soal (task 1&2) per hari. Saya agak menyesal karena males-malesan dan gampang nyerah banget kalo nemu soal writing yang -seandaikan disuruh nulis dalam bahasa indonesia pun saya kayaknya juga nggak bisa jawab-. Nggak apa-apa pake google untuk cari referensi atau bisa juga pake buku IELTS Tips dan Triks by Ibham Veza. Beliau sudah menuliskan topik-topik soal writing task 2 yang paling umum keluar beserta jawabannya dalam bentuk point-point. Tapi jangan lupa juga latihan sesuai waktu ujian aslinya (60 menit untuk Task 1 dan 2). Waktu tes asli, saya nervous sekali dan sempat ter-distract, walhasil lupa vocabs, grammar, dan nggak bisa nulis ide yang ciamik. Padahal soal itu udah pernah saya baca sebelumnya. Asli nyesel banget 😦

Speaking

Speaking ini waktunya 11-14 menit dan terdiri dari 3 bagian. Kita akan berhadapan dengan examiner langsung. Untuk speaking, saya latihan menjawab sendiri (kadang pake voice recorder hp). Pertanyaan di part-1 adalah pertanya umum seputar diri dan kehidupan kita (nama/kuliah/pekerjaan/hobi/warna favorit/tempat tinggal,dll). Untuk Part-2, kita dikasih cue card dan waktu 1 menit untuk preparation serta 2-3 menit untuk menjawab. Part-3 modelnya semacam diskusi antara kita dan examiner, biasanya topiknya masih berkaitan dengan part-2. Saya men-download model soal dan jawaban part-1 , recent questions dan model jawaban untuk part-2 dan part-3 paling sering di website IELTS Buddy dan IELTS Material. Anyway, jangan lupa cek soal-soal yang baru ditanyain juga di forum IELTS Liz. Serius saya dapet pertanyaan yang udah pernah saya baca di forum dan udah pernah latihan jawab walopun pas tes aslinya nggak se-sempurna waktu latihan karena nervous sih.

Kalo dirangkum, referensi yang saya gunakan selama 2 bulan ini, yaitu:

  1. Buku IELTS Cambridge Seri 1-11
  2. Buku Tips dan Trik IELTS oleh Ibham Veza
  3. Buku IELTS Kaplan
  4. Buku English Grammar in Use by Raymond Murphy
  5. Website IELTS Liz
  6. Website IELTS Simon
  7. Website IELTS Material
  8. Website IELTS Buddy
  9. Video Youtube channel “Learn English with Emma”, “Learn English with Adam”, dan “Learn English with…” series lainnya
  10. Video Youtube channel “Academic English Help”
  11. Video Youtube channel “IELTS Liz”
  12. Video Youtube lain, asal download kalo dirasa materinya bagus. hihii.

 

Well, nilai saya memang nggak waw banget tapi saya cukup puas karena bisa mengalahkan ketakutan saya. Intinya, jangan berkecil hati kalo belajar IELTS nya harus sendiri (entah karena alasan apapun). Good luck!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s